ratusan manusia, bahkan mungkin ribuan manusia rela ngantri berdesak-desakan demi beberapa tetes minyak tanah. sebagian besar dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. masak ! sebagian lagi dipergunakan untuk kegiatan lain. bikin molotov ?
ada yang berpendapat, kelangkaan tersebut erat kaitannya dengan konversi minyak tanah ke gas. ada lagi yang berpendapat itu hanya akal-akalan elite politik negeri ini. namun, terlepas dari hal tersebut, bisa jadi masih banyak manusia indonesia yang begok ?
alasan pertama,
pemegang kebijakan, juga manusia pelaksana kebijakan itu terlihat begitu repot mensosialisasikan kebijakan mengubah kebiasaan manusia di indonesia untuk beralih menggunakan gas. terbukti, belum semua wilayah yang terkena kebijakan itu mendapat “kompensasi” ditukar dengan peralatan pendukung. padahal, “katanya” pembuat kebijakan dan pelaksana teknis merupakan manusia pintar berpendidikan tinggi dan terdidik.
alasan kedua,
dari beberapa “tanya jawab” dengan pengguna minyak tanah yang sudah mendapat kompensasi, mereka “terpaksa” masih antri minyak tanah karena takut menggunakan gas. sebagian besar beralasan bahwa mereka tidak begitu mengerti bagaimana menggunakan kompor gas sehingga banyak mengakibatkan kompor meledak. dampaknya kebakaran terjadi dan merugikan banyak orang.
duch … ternyata … masih banyak yg belum bisa mengoperasikan kompor gas ? entah siapa yang begok.
atau seperti kata bang ical, menko kesra, penolakan itu terjadi karena masyarakat belum terbiasa saja.
ternyata, merubah kebiasaan itu juga gak mudah !



0 comments:
Post a Comment