Tuesday, June 10, 2008

antara belajar, menghafal, dan agama

Ingin pintar ? maka jawabnya adalah sering-sering belajar ! makin banyak yang dipelajari sudah seharusnya makin pintarlah dia. lantas, bagaimana belajar itu ? samakah belajar dengan menghafal ? menghafal itu juga penting. misalnya menghafal nama-nama jalan atau menghafal rute bus kota ! jadi, setelah menghafal sesuatu membuat kita bisa mengingat sesuatu dengan baik. Bila ingatan sudah baik umumnya kita mampu mengatasi berbagai pesoalan.

Dengan menghafal nama jalan, kemungkinan untuk tersesat sudah diperkecil. Pun dengan mampu menghafal rute bus kota, bepergian ke suatu tempat bisa diprediksi akan cepat sampai ke tujuan. Jadi gak muter-muter dulu karena salah naek bus sehingga harus gonta-ganti bus kota untuk sampai ke sebuah tujuan.

Lantas apa hubungannya antara belajar, menghafal dan agama ? di dalam komunitas muslim, umumnya mempelajari kitab quran adalah dengan menghafal. makin banyak ayat yang difafal diyakini pengetahuannya dalam beragama sudah lebih dari lumayan. apalagi seluruh ayat dalam quran sudah berpindah ke dalam ingatannya ... wah ... keren ... ! dan seandainya semua komunitas muslim berhasil mentransfer semua isi kitab ke dalam ingatannya ... bisa-bisa kita gak butuh lagi quran dalam bentuk cetakan.

nah ... gak sengaja tadi sempat mampir ke situs ini. di situ diterangkan bagaimana tips dan trik untuk cepat menghafal ayat dalam quran. sangat sistematis dan mudah-mudahan bisa membuat siapa saja yang melakoninya bisa menghafal semua ayat dimaksud ! wah ... bahagia banget bila bisa menghafalkannya dengan baik.

trus pertanyaannya adalah apa yang selanjutnya dilakukan bila semua komunitas muslim telah berhasil menghafalkan semua ayat dimaksud ? apakah menghafalnya dengan baik lantas dikategorikan sebagai "pelajar" yang baik dalam urusan agama ?

pertanyaan selanjutnya adalah mengapa hafalan ini lantas kembali diutarakan kepada si pemberi hafalan ? apakah ritual yang dilakukan 5 kali sehari itu adalah ajang ujian untuk melihat sudah sejauh mana hafalan itu bersemayam di ingatan masing-masing ? atau untuk melihat sudah sejauh mana nada dan alunan dari ayat tersebut dilantunkan dengan baik dan benar untuk mendapat poin tertinggi ? kalo bahasa kerennya untuk melihat articulation, spelling, grammar atau apalah namanya ? apakah memang itu yg dimaksud ? apa lantas setelah pintar mengingat hafalan tersebut dan kemudian fasih melantunkannya semua urusan bakal beres ? atau misalnya bila menghadapi sebuah persoalan yang pelik lantas mencari penggalan ayat tersebut dan kemudian melantunkannya kembali dalam sebuah ritual khusus dan perlu mengulang lantunan itu hingga berkali-kali ? apakah memang itu yang dimaksud ?

bila jawabnya iya ... kenapa susah-susah buat menghafal semua ayat tersebut ? dengan kemajuan teknologi di masa ini, mengapa tidak merekam lantunan itu dan membuat file mp3 lalu kita putar melalui winamp ? sehingga bila mengalami sebuah persoalan yang membutuhkan lantunan ayat tersebut tinggal masukkan pada kolom search dan secara otomatis winamp akan memperdengarkannya ... bila perlu ... lantunan itu diedit sedemikian rupa sehingga alunan suara yang terdengar begitu merdu dan menusuk kalbu ? atau bila mau yang lebih canggih, buatkan saja semacam kacamata atau screen yg bisa di tempel di area seputar mata sehingga waktu melakukan ritual yang lima kali sehari itu kita tinggal membaca baris demi baris ... ?

namun semua "temuan" ini masih mengandung kelemahan bila si pelaku ritual buta, tuli, dan bisu serta tak punya tangan dan kaki ... ! aaaa ... bagaimana pula nasib mereka itu ? sungguh tak terpikirkan sebelumnya ... ! jadi ... apa ya yg sebaiknya dilakukan supaya pintar dalam beragama ?

0 comments: